epilog
An analog focus system by Alinea
Not everything deserves your attention
Epilog memindahkan prioritas utama keluar dari layar, agar yang penting tetap terlihat tanpa ikut berteriak.
HOW IT WORKS
Use it.
Finish it.
Keep the evidence.
Epilog dibuat untuk menemani pekerjaan dari saat pertama ditulis sampai akhirnya menjadi catatan tentang apa yang pernah kamu selesaikan.
Three parts. One clear system.
(Board)
Keeps what matters visible.
(Kartu)
Where the work lives.
(Divider)
Separates now from not yet.
No setup. No syncing. Put it on your desk and begin.
Not everything belongs in now.
Now
What deserves your attention first.
Next
What comes after. Not before.
Later
Important enough to remember. Not urgent enough to interrupt.
Finish what’s in front of you. Move forward when you’re ready.
3 Priorities
Tasks that matter most.
5 Smaller Tasks
things that needs to be done after.
Notes
For thoughts, context, or things that’s too chaotic to be a checkbox.
Every ending deserves an archive.
Now every part of your life
can have a name.
WHY EPILOG
Most productivity tools help you manage more.
Epilog asks you to choose less.
Because everything cannot be important at once.
Because done shouldn’t disappear.
Because finishing deserves more space than organizing.
Because what stays visible is harder to ignore.
Small-batch production. Designed to be used, finished, and kept.
FAQ
= Epilog sebenarnya buat apa?
Buat bantu kamu melihat apa yang perlu dikerjakan sekarang, apa yang bakal menyusul, dan apa yang masih bisa menunggu.
Bukan untuk mengatur seluruh hidup kamu, kami nggak seambisius itu.
= Cara pakainya ribet nggak?
Nggak. Cukup tulis, taruh, kerjakan, coret. Pindahkan kalo perlu.
Kalo sebuah sistem produktivitas butuh tutorial 47 menit cuma buat digunakan, mungkin kita baru saja menciptakan sebuah pekerjaan baru.
= Berapa lama ketahanannya baterainya?
Secara teknis: unlimited.
Nggak ada baterai, charger, firmware update, subscription, cloud sync, atau notifikasi.
Kalo suatu hari Epilog meminta update software, tolong segera hubungi kami. Karena jujur itu di luar rencana kami dan kayaknya ada yang salah.
= Satu paket kartunya cukup berapa lama?
et awal dirancang untuk kurang lebih sebulan penggunaan, dengan:
36 Now – 6 Next – 4 Later – 1 Manual Guide – 1 Closing Card
Tentu kecepatannya akan berbeda tergantung cara kamu menggunakan Epilog. Kami nggak akan mengirim auditor untuk mengecek konsumsi kartu harian kamu.
= Setelah kartunya habis, terus diapain?
Jangan dibuang. Masukin lagi aja ke packaging-nya dan simpan sebagai arsip. Beberapa bulan kemudian, yang awalnya cuma to-do list bisa berubah jadi catatan kecil tentang apa yang pernah memenuhi hari-hari kamu.
Sedikit sentimental untuk sebuah tumpukan kertas? Mungkin. Kami suka begitu.
= Epilog dibuat dengan 3D printing?
Yoi. Kami milih proses 3D printing karena memungkinkan Epilog dibuat dalam batch kecil, dikembangkan dengan cepat, dan terus disempurnakan tanpa harus memproduksi ribuan unit hanya demi terlihat seperti perushaan besar.
Ke depannya kami berencana untuk menggunakan plastik daur ulang dalam pembuatan Epilog, doain aja bisa segera terwujud.
= Kok konsepnya terasa familiar?
Karena ide menggunakan benda fisik untuk mengatur pekerjaan jelas bukan sesuatu yang baru.
Analog productivity sudah ada jauh sebelum kami, dan kemungkinan masih akan ada jauh setelah kami.
Epilog lahir dari referensi, kebiasaan, produk, dan sistem yang kami kagumi, terus kami interpretasikan lewat cara kerja, kebutuhan, bentuk, kartu, sistem arsip, dan sudut pandang kami sendiri.
Kami nggak tertarik berpura-pura menemukan konsep “menulis tugas di atas kertas”, yang ingin kami buat adalah versi yang terasa benar bagi kami untuk digunakan setiap hari.
= Kalau 3D printed, aku bikin sendiri saja boleh nggak?
Boleh banget. Seriously.
Kalo kamu punya printer, bisa mendesain sendiri, mau bereksperimen dengan ukuran, toleransi, sudut, divider, kartu, dan packaging, go for it!
Epilog dibuat untuk orang yang nggak mau ngejalanin seluruh proses itu dan lebih memilih menerima sistem yang sudah kami pikirkan, uji, revisi, dan siap dipake.
Kami cuma menjual hasil akhirnya, nggak memonopoli konsepnya.